Pages

TUGU SELAMAT DATANG

setiap memasuki kawasan banyuwangi pasti anda bertemu tugu selamat datang di kota banyuwangi

PANTAI PLENGKUNG

Surfing time... itulah yang ada di benak ku saat mendengar nama Plengkung. ya, memang tempat ini Surganya para pe selancar dunia. bagiku tak ada ombak terbaik selain di G-land ini

PEMIMPIN BANYUWANGI

bupati banyuwangi dan wakil bupati banyuwangi

PULAU MERAH

Pulau Merah adalah sebuah pantai dan objek wisata di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Pantai ini dikenal karena sebuah bukit hijau kecil bertanah merah yang terletak di dekat bibir pantai. Bukit ini dapat dikunjungi dengan berjalan kaki saat air laut surut.

KAWAH IJEN

kawah ijen merupakan tempat yang indah di pegunungan kawah ijen. di sini ada suatu kawah , kaldera dan danau hijau yang menakjubkan ada di puncak gunung ini. Tempat ini adalah tempat favorit wisatawan asing di Banyuwangi

Senin, 28 April 2014

Pemerintah Banyuwangi Tak Terpengaruh Fatwa Haram Tambang

TEMPO Interaktif, Banyuwangi:Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Sukandi mengatakan kebijakan pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu tidak akan terpengaruh oleh fatwa haram atau halam ulama Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, kebijakan pertambangan dikaji sesuai peraturan perundang-undangan, bukan melalui batsul masail ulama. "Jadi tidak dikaji secara halal atau haram," kata Sukandi, Senin (16/3).

Minggu kemarin, sebanyak 200 ulama dan pengasuh pondok pesantren Nahdlatul Ulama di Banyuwangi menggelar batsul masail untuk membahas keberadaan pertambangan di Indonesia, termasuk rencana penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Batsul masail yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Huda, Dusun Semalang, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono itu menghasilkan rekomendasi untuk menolak dan mengharamkan seluruh jenis pertambangan.

Menurut Sukandi, para ulama punya hak untuk mengkaji pertambangan sesuai kajian Islam. Namun, kajian tersebut tidak bisa dipakai dalam membuat kebijakan pemerintahan. Rekomendasi eksplorasi tambang emas yang dikeluarkan Bupati Ratna Ani Lestari pada PT Indo Multi Niaga, katanya, tidak melanggar ketentuan hukum mana pun. "Jadi kalau masalah haram dan halal saya no comment sajalah," katanya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi Maskur Ali mengatakan, sikap PCNU terhadap rencana penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu tidak hanya berdasarkan fatwa haram dan menolak yang dihasilkan batsul masail. Sebab, PCNU akan melakukan kajian secara sosial, ekonomi, dan hukum dengan mendengarkan pendapat tim independen serta PT Indo Multi Niaga sebagai pelaksana eksplorasi.

Tahapan itu, katanya, supaya sikap yang diambil PCNU lebih valid. Ia menarget, sikap PCNU akan diumumkan setelah pelaksanaan Pemilihan Umum 9 April mendatang.

PT Indo memperoleh kuasa pertambangan eksplorasi  seluas 11.621,45 hektar melalui Surat Keputusan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari Nomor 188/05/KP/429.012/2007.  Sebagian wilayah itu masuk dalam kawasan hutan produksi seluas 736,3 ha dan hutan lindung seluas 1.251,5 ha di petak 75,76,77,78, RPH Kesilir Baru, BKPH Sukamade, KPH Banyuwangi Selatan.

Pemakaian kawasan hutan untuk eksplorasi ini juga telah memperoleh persetujuan Menteri Kehutanan MS Kaban Nomor S.406/MENHUT_VII/PW/2007 tertanggal 27 Juli 2007. Ijin eksplorasi ini akan berakhir pada 27 Juli 2009 mendatang.

Dokumen amdal PT Indo menyebutkan bebatuan di Gunung Tumpang Pitu mengandung  2,3 gram emas per ton batuan. Sedangkan jumlah logam emas diprediksi sebanyak 22.080 ton dengan jumlah cadangan bijih mencapai 9.600.000 ton. Perusahaan akan memproduksi emas 1,577 ton per tahun dalam jangka waktu 14 tahun.

Khamdan, Kades Desa Sumbersari, Kecamatan Srono Resmi Dilantik

06-03-2014 Khamdan, Kades Desa Sumbersari, Kecamatan Srono Resmi Dilantik BANYUWANGI - Khamdan, kepala desa terpilih dari Desa Sumbersari,Kecamatan Srono, Rabu (5/3) resmi dilantik oleh Bupati Abdullah Azwar Anas. Didampingi Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Sekkab Slamet Kariyono, serta disaksikan para warganya bersama  tokoh agama, tokoh masyarakat, camat, forpimka dan para kepala SKPD, upacara pengucapan sumpah sekaligus pelantikan yang diadakan di aula Rempeg Jogopati itu berlangsung khitmad.                    
Kepada pria yang menggantikan kedudukan Plh kades Sumbersari Sucipto itu, bupati menekankan bahwa dialah yang kini menjadi ujung tombak dalam pemerintahan desa,  dari pelayanan yang dibangun pemkab. "Saya memerintahkan agar anda merangkul semua pihak dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Kalau perlu jemput bola, dan identifikasilah kesulitan apa saja yang dialami masyarakat," tandas bupati.
Beberapa hal yang digarisbawahi orang nomor satu di Banyuwangi itu diantaranya adalah mendata berapa jumlah warga yang buta huruf. Dalam waktu dekat akan segera dibentuk tim pemberantasan buta huruf. Berikutnya, perlu didata pula berapa anak yang putus sekolah. Kades terpilih diminta bekerjasama dengan camat dan UPTD, sehingga program beasiswa untuk anak miskin berprestasi bisa dioptimalkan.
Sosialisasi terhadap program 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga mutlak dilakukan. "Jangan ada lagi penduduk yang mengeluhkan sulitnya pengurusan KTP atau akta. Karena pemkab sudah menyiapkan instrumen agar pengurusannya lebih cepat. Bikin pelayanan one stop service,"tegas bupati. Dengan sistem pelayanan one stop service, ujar bupati, akan memudahkan warga. "Kalau semua bisa ditangani di tingkat desa, mereka tak perlu jauh-jauh datang ke kota, "ujar bupati, termasuk permintaannya untuk pengurusan JKN supaya masyarakat juga difasilitasi.
Di tengah massa pendukung Khamdan, Bupati Anas juga mengumumkan bahwa kali ini rehab jalan yang rusaknya di atas 90 persen, tak lagi menggunakan aspal. Melainkan menggunakan paving dengan kekuatan K400. "Dijamin air mudah meresap, dan  kalau ada yang rusak, masyarakat bisa langsung memperbaiki sendiri dengan swadaya tanpa bantuan dari pemerintah,"pungkas bupati. (Humas & Protokol)

Pulau Merah Banyuwangi

pulau merah
Ke Banyuwangi ? jangan lupa mampir ke Pulau Merah. Ya, pantai Pulau Merah bisa menjadi daftar kunjungan liburan anda ketika di Banyuwangi. Pantai yang berlokasi di Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran ini memang menyimpan potensi yang luar biasa dan sedang naik daun saat ini. Ciri khas yang mudah dikenali dari pantai berpasir putih kecoklatan dengan garis pantai sepanjang ±3 km ini adalah adanya bukit yang menjulang tinggi di ujung pantainya. Bukit ini dipenuhi batu karang di bawahnya. Saat matahari terbenam akan tampak pancaran sinar yang berwarna jingga kemerahan dari balik bukit itu. Itulah sebabnya dinamakan Pulau Merah. Yang istimewa dari pulau merah ini adalah ombaknya yang tinggi pada bulan April hingga bulan September, namun tidak seExtrim ombak di G-Land. Bagi kalangan penggemar fotografi, sunset pulau merah adalah salah satu spot sunset paling bagus di Banyuwangi. Tidak banyak pedagang asongan yang ditemui disini sehingga pantai ini tampak bersih dan asri. Pada saat liburan tempat ini akan semakin ramai dikunjungi masyarakat. Pulau Merah dinail seperti perpaduan antara pantai Seminyak ,Kuta, dan Legian di Bali. Setiap pengunjung yang berkunjung pada tanggal merah atau pada hari libur akan dikenakan tarif masuk, selain pada hari itu GRATIS.
What can you do there ?
Di pantai pulau merah tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan, selain sekedar bermain pasir. Hal itu dikarenakan ombaknya yang besar. Namun besarnya ombak justru memberikan tantangan tersendiri bagi penggemar surfing. Ombak di pulau merah memang tidak setinggi di G-Land namun cukup memiliki power untuk bermain surfing khususnya bagi pemula. Dan yang paling penting lebih aman karena dasar laut berupa pasir halus.
surfing at pulau merah
how to get there?
Pulau merah berjarak ± 80 km dari kota Banyuwangi. Akses untuk menuju lokasi sangat mudah dan cukup jelas dengan adanya rambu-rambu petunjuk arah Pulau Merah. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan angkutan umum. Jika menggunakan angkutan umum dari Banyuwangi, terdapat bisminto atau ujang jaya jurusan Pesanggaran, nanti turun di pasar Pesanggaran, setelah itu dilanjutkan menyewa ojek menuju Pulau Merah. Kalau dari arah Jember anda bisa turun di terminal Jajag lalu ganti angkutan bis menuju Pesanggaran. Secara keseluruhan rute yang akan dilewati dari Banyuwangi menuju Rogojampi, setelah sampai di simpang tiga lampu merah Rogojampi, lurus saja hingga menjumpai perempatan lampu merah Jajag dengan patokan ada patung macan putih ditengahnya, lalu belok kekiri (ke selatan), anda tinggal mengikuti rambu-rambu penunjuk arah Pesanggaran – Pulau Merah. Cukup mudah bukan ?
Selamat berlibur. Sempurnakan liburan anda ke Banyuwangi dengan mengunjungi Pantai Pulau Merah.
Bersantai di pulau merah

Banyuwangi Raih Penghargaan Daerah Berkinerja Sangat Tinggi

Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi atas prestasi sebagai bupati dengan "Kinerja Sangat Tinggi". Penghargaan itu diserahkan Mendagri Gamawan Fauzi kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam acara Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di Jakarta, Jumat malam (25/4/2014). Bupati Banyuwangi masuk peringkat 20 besar sebagai bupati dengan kinerja sangat tinggi.

Hanya ada 35 kabupaten dan 10 kota se-Indonesia yang mendapat penghargaan itu dari total sekitar 500 kabupaten/kota. Turut hadir dalam acara Malam Apresiasi tersebut, antara lain, Hadir pula dalam acara ini Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko. Penghargaan ini mengacu pada hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Penyelenggaraan penghargaan ini didukung oleh Australia Indonesia Partnership for Decentralisation (AIPD) dan Australian Aid.

Mendagri Gamawan Fauzi memberikan apresiasi kepada sedikit daerah yang berhasil meraih penghargaan tersebut. Dia berharap penghargaan ini bisa meningkatkan kinerja daerah dalam memberikan pelayanan bagi publik di berbagai bidang.

"Saya ucapkan selamat kepada daerah yang memperoleh penghargaan. Semoga bisa semakin baik dalam mendorong pelayanan bagi publik," ujar Mendagri Gamawan Fauzi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penghargaan ini menjadi pelecut semangat untuk memacu kinerja menjadi lebih baik lagi. "Meraih penghargaan tentu saja bukan tujuan utama program pembangunan. Tapi apresiasi ini mendonorkan semangat bagi kami untuk lebih terpacu meningkatkan kinerja," ujar bupati yang pernah menempuh studi singkat ilmu kepemerintahan di Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat, tersebut.

Anas mengatakan, kunci keberhasilan pembangunan adalah partisipasi semua elemen, baik di lingkungan pemerintahan maupun publik luas. Saat kali pertama menjabat, Anas membangun kepercayaan di internal birokrasi dan publik luas. "Kepercayaan ini penting karena akan mendorong partisipasi. Saya bilang ke semuanya di Banyuwangi, perubahan tidak menjamin keadaan lebih baik, tapi keadaan lebih baik tidak akan ada tanpa perubahan. Akhirnya semua tergugah. Sekarang Banyuwangi semakin baik, birokrasi dan publik kompak, meski saya akui masih ada beberapa yang perlu diperbaiki," jelas Bupati Anas.

Perbaikan itu, di antaranya penurunan kemiskinan dari level 20 persen sebelum dirinya menjabat menjadi ke level 9,93 persen selama tiga tahun. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun dari posisi 3,92 persen menjadi 3,4 persen dalam tiga tahun terakhir. Tingkat pengangguran di Banyuwangi lebih rendah dibanding Jatim yang sebesar 4,12 persen.

Di bidang penanaman modal, pada 2013, investasi yang masuk di Banyuwangi mencapai Rp 3,2 triliun, meningkat hingga 175% dibanding tahun 2012 yang sebesar Rp 1,1 triliun. Jika dibandingkan dengan 2010 yang investasinya baru Rp 272 miliar, investasi di Banyuwangi melonjak drastis hampir 1.100%.

Tingkat pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dalam tiga tahun terakhir selalu di atas rata-rata nasional. Pendapatan per kapita per tahun di Banyuwangi pada 2013 mencapai Rp 21,84 juta, meningkat dari posisi 2010 sebesar Rp15,14 juta. Pendapatan per kapita di Banyuwangi termasuk yang tertinggi di Jatim.

"Laju inflasi kami juga terkelola dengan baik, tahun lalu 6,12 persen, di bawah Jatim yang sebesar 7,59 persen. Tingkat inflasi yang rendah ini menunjukkan pengelolaan harga barang yang baik," beber Bupati Anas.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan mendorong lebih intensif lagi beberapa sektor unggulan seperti pertanian dan pariwisata. "Kami ingin mengintegrasikan antar-sektor yang ada, sehingga tidak saling memakan, tapi saling menghidupi, seperti pertanian yang disinergikan dengan pariwisata bisa menjadi agro-tourism. Dan ini sudah jalan di Banyuwangi," pungkas Bupati Anas.